Terima kasih Daendles, nyawa leluhur kami tidak sia-sia

PojokSitubondo– Siang ini Pantura Situbondo teramat terik. Pepohonan di sepanjang jalur pantura meliuk-liuk dihempaskan angin yang berhembus agak kencang. Cukup untuk menghamburkan debu, sampah serta membuat pepohonan menari-nari.

IMG-20170804-WA0022

Jalan ini membentang sejauh kurang lebih 150km di wilayah Situbondo. Jalan ini adalah jalan lama. Jalan bekas jaman kolonial. Jalan Post Daendles Anyer-Panarukan namanya. Bahkan untuk tetap mengenang ini, pemerintah kabupaten Situbondo membuatkan monumen, yang berada di kecamatan Panarukan.

Tak bisa kita pungkiri, ide Daendles kala itu untuk menyambungkan jalan dari ujung barat ke timur Jawa, masih sangat berguna. Tiap hari, tiap saat, kendaraan hilir mudik memanfaatkan jalur ini. Berapa ribu ‘perut’ yang menggantungkan nasib di jalur ini. Truk pengangkut material bangunan, pengangkut sembako, bus, angkutan pengangkut orang lainnya, serta tak ketinggalan sepeda motor semua memanfaatkan jalur ini.

Itu belum termasuk warung-warung dipinggir jalan yang berharap dihampiri oleh pengguna jalan.

Intinya, sampai detik ini, jalur pantura khususnya Situbondo masih sangat bermanfaat.

Terima kasih Daendles. Terima kasih para pekerja yang menjadi tumbal pembangunan jalan ini. Terima kasih.

Dari Pojok Situbondo, mengabarkan!

*Mengenai titik akhir jalan Daendles, masih terus ditelusuri, sementara ini diyakini berada di Panarukan, namun bukti lain menunjukkan sebenarnya berada di Banyuwangi (namun entah mengapa bernama Anyer-PANARUKAN)

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s