Gerakan save eks Rumah Residen Besuki: sekarang atau hancur selamanya

PojokSitubondo– Sabtu kemarin (29/7), bertempat d Besuki, kabupaten Situbondo, diadakan halal bi halal para pecinta dan pemerhati sejarah se-Tapal Kuda. Pertemuan kali ini secara khusus membahas tentang nasib gedung peninggalan kolonial di Besuki terutama bekas rumah Residen Besuki.

Kondisi gedung yg berada di sebelah timur Polres Besuki itu, sungguh memprihatinkan. Beberapa bagian atap sudah hancur bahkan roboh. Jika tidak segera diselamatkan, dalam beberapa tahun kedepan pasti akan runtuh.

Hasil dari pertemuan tersebut adalah

akan dilakukan tuntutan terhadap pemerintah untuk segera diadakan tindakan penyelamatan. Apalagi, saat ini, kondisi gedung tersebut masih memungkinkan untuk di pugar.

Gerakan awal sudah dilakukan yakni mem-viral-kan kondisi rumah bekas Residen Besuki tersebut. Berikut salah satu siaran FB dari pentolan Dang Acarya Dewan Perjuangan dan Advokasi Cagar Budaya) yaitu Mas Mansoer Hidayat.

Mansoer Hidayat menambahkan 6 foto baru.
30 Juli pukul 21:33 ·
Save Eks Rumah Residen Besuki
Wilayah Tigang Juru pada abad ke 14 kemudian menjadi Majapahit Kedaton Wetan pada abad 15 dan menjadi kerjaan Panarukan Blambangan pada abad ke 16, terbagi menjadi wilayah kekuasaan Surapati dan Blambangan pada abad ke17 dan 18 merupakan daerah perlawanan terhadap kekuasaan mulai dari Majapahit, Demak, Mataram sampai Belanda. Perlawanan putra dan cucu Surapati mulai dari Lumajang (1767) Malang (1768) dapat dihancurkan sehingga para pejuang keturunan Surapati mengungsi ke Blambangan dalam rangka memperkuat perang Blambangan sebagai benteng perlawanan terakhir di tanah Jawa. Akhirnya para pejuang pemberani tersebut harus gugur dalam Perang Bayu pada tahun 1771 dan lengkaplah pendudukan pulau Jawa oleh Belanda.
Besarnya perlawanan rakyat di ujung timur Jawa dan mis manajemen pemerintahan oleh VOC menyebabkan kongsi dagang ini bangkrut dan segala asetnya di serahkan pada pemerintah Belanda pada tahap n 1800. Pemerintah Belanda pun kemudian menata pemerintahan dan salah satunya adalah Karesidenan Besuki dengan wilayah meliputi 4 Kabupaten sekarang yaitu Situbondo, Bondowoso, Jember dan Banyuwangi, sedang Lumajang dan Probolinggo harus berpisah dengan saudara2 di wilayah yang di kenal dengan nama Kawasan Tapal kuda. Karesidenan Besuki pun kemudian eksis dan di kenal sebagai pemasok hasil perkebunan terbesar seperti Tembakau dan gula dimana pabrik2 tersebar di wilayah ini.
Untuk mengatur pemerintahan yang begitu besar pemerintah Belanda menempatkan pusat pemerintahannya di Besuki dengan tata kota yang bergaya campuran Eropa dan China. Residen sebagai pimpinan tertinggi menempati sebuah kantor dan rumah dinas yang megah dengan arsitektur campuran antara Eropa dan Cina. Rumah dinas Residen menempati bangunan yang di buat tahun 1803 dengan bangunan yang cukup megah. Setelah kemerdekaan, pemerintahan Karesidenan di bubarkan dan Besuki menjadi kota yang terlantar karena turun menjadi sebatas Kecamatan. Demikian juga bangunan2 besar peninggalan kolonial banyak yang tidak terurus dengan baik dan yang paling parah adalah eks Rumah Dinas Residen.
Kebetulan kami dari Dang Acarya (Dewan Perjuangan dan Advokasi Cagar Budaya) yang merupakan koalisi LSM dan komunitas peduli Cagar Budaya sebagai wilayah Tapal Kuda berkesempatan datang untuk mengunjungi bangunan bersejarah yang tampak tak terawat dan banyak bagian yang rusak. Pintu dan jendela banyak yang hilang, langit2 rumah mau runtuh, dinding yang terkelupas menyebabkan kita prihatin atas hal ini. Yang lebih memprihatinkan bangunan eks rumah dinas ini belum terdaftar sebagai bangunan Cagar Budaya kolonial ketika Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim melakukan pendataan. Tentu saja hal ini sangat memprihatinkan. BPCB yang mempunyai keahlian dan kewenangan dalam pelestarian Bangunan Cagar Budaya sudah selayaknya memperhatikan asas EMERGENCY yang sangat mendesak. Jika di biarkan dalam waktu yang tak lama lagi bisa jadi generasi yang akan datang dan anak cucu kita tidak akan melihatnya. Mari kepada segenap masyarakat Besuki, Situbondo, Tapal kuda dan Indonesia kita bersatu padu selamat bangunan bersejarah ini.
https://www.pedomanindonesia.com/2017/07/30/bpcb-wajib-selamatkan-gedung-eks-kantor-karesidenan-besuki/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s